use strict, bitch!

Posted: 6th April 2012 by byteSkrew in Programming, Tips and Trick

Baru saja saya somehow terlempar membaca salah satu ulasan mengenai tehnik hacking yang dipublish oleh salah satu portal ‘hacker’ indonesia. Dalam tulisan tersebut terselip satu buah script perl yang intinya hanya satu: menjalankan command tools lain. Selintas saya sempat tertawa dan berpikir “what a lamme, showing-off?” karena banyaknya peserta underground – dan ini sangat umum – yang membuat tools panjang lebar tapi isinya kebanyakan non-sense. Mengenai non-sense, saya berusaha tidak men-judge berdasarkan penggunaan logika / algoritma bagaimana tools atau script tersebut di peruntukan. Setiap orang punya latar belakang berbeda, tingkat pengalaman berbeda, dan bisa dibilang kecerdasan yang berbeda dalam hal membuat code walaupun intinya satu: memecahkan masalah. Non-sense lebih kepada thanks sana sini, greet sana sini, comment sana sini, etc. Silahkan lanjutkan sendiri.

Namun yang membuat ulasan tools barusan cukup terasa berbeda adalah penggunaan pragma yang ‘benar’ dalam hal bahasa pemrograman yang digunakan, yaitu perl. Saya teringat beberapa tahun silam, saat dimana untuk pertama kalinya saya tertarik lebih jauh tentang perl setelah membaca ezine dari perl undergr0und. Banyak sekali ilmu berharga yang bisa didapatkan dari ezine yang sayangnya hanya sampai jilid 5. Salah satu hal penting yang selalu di-ingatkan adalah penggunaan pragma ‘strict’ dalam setiap script / code perl. Mengapa? ulasan singkatnya bisa dibaca dari sini. Nah, tools yang saya ceritakan diawal ini walaupun intinya hanya satu baris tapi menggunakan pragma ‘strict’. Cukup terkejut mengingat banyaknya peserta underground yang tidak peduli tentang ‘good coding’.

Jika ada diantara kalian yang pernah membuat the-so-called exploit/tools/script menggunakan perl dan tidak sekalipun peduli masalah pragma, penggunaan strict secara tidak langsung mengasah skill coding kalian. Boleh saja belajar perl sambil mengisi waktu menjadi penjaga warnet, namun proses mencari tahu letak kesalahan yang di komplain oleh pragma tersebut walaupun cukup menghabiskan banyak waktu akan membuat skill coding kalian setingkat dengan coder profesional. Setidaknya dalam hal penguasaan bahasa pemrograman perl.

Orang-orang underground sering mengatakan coder adalah hacker yang sesungguhnya, code is an art, show-off codingan dimana-mana, dengan enteng-nya menghina programmer karena software / web apps mereka memiliki bugs, namun ternyata tidak memahami esensi makna dibalik istilah “code is an art” tersebut.

Lemm3.

Hellow Poppet!

Posted: 13th March 2012 by byteSkrew in Kecoak, Underground

First of all, kami (sudah berkali-kali) membiarkan blog ini tidak terupdate dan (bahkan) tidak menepati deadline ToKeT yang telah kami release sebelumnya, Yeah.. we are too lazy! Kami tahu bahwa para pengunjung blog ini selalu berharap ada sesuatu yang baru dari kami dan 68% selalu berakhir kecewa, LOL (sebenarnya tidak perlu kecewa, karena beberapa staff kami tetap sharing baik berupa artikel maupun tools via project mereka masing-masing).

Okay, sedikit serius, belakangan ini para penggiat dunia (under)ground indonesia cukup disibukan dengan statemen seseorang yang mengklaim dirinya sebagai wakil dari dunia (under)ground indonesia (baca hacker muda). Kami tidak berhak dan tidak bermaksud menjudge itu sebagai sebuah kebenaran ataupun kekeliruan, karena well, dunia internet itu sendiri adalah dunia maya yang notebene adalah dunia tanpa tuan, apalagi kalau berbicara tentang dunia underground. Mungkin kata yang cocok untuk orang tersebut adalah perwakilan dari komunitas tertentu, agar komunitas yang lainnya tidak perlu sampai teriak-teriak protes.

Terlepas dari pengklaiman tersebut, hal yang menggelitik adalah semakin membiasnya makna Underground dan Hacker itu sendiri. Belakangan malah para hacker dan underground yang dibicarakan itu muncul dengan nick yang mereka pakai untuk aktivitas (under)ground mereka, dan itu (menurut kami) semakin mengaburkan makna underground dan memperparah scene underground indonesia (Walaupun sebenarnya tidak ada lagi yang peduli :|).

Sebaiknya diam, belajar dan berkontribusi daripada sibuk mengklaim sana sini, biarkan underground yang mengklaim dirinya sendiri, dan biarkan underground indonesia berkembang tanpa ada campur tangan dari orang yang sama sekali tidak mengerti apa itu makna underground sesungguhnya.

Ciao,

The Lich King

Note:
Btw, Neo Kecoak Elektronik Indonesia tidak pernah melakukan deface terhadap situs apapun.. Deface its not Kecoak Elektronik style!

Watch and Learn?!

Posted: 9th December 2011 by byteSkrew in Kecoak, Underground

Cyberwar, Flame war, Internet bullyng, atau apapun namanya adalah sebuah perang kata-kata diantara para pelaku dunia internet dimana terjadi adu argument, saling mencaci maki dan saling menjatuhkan. Hal yang sangat wajar dan manusiawi ketika setiap orang atau kelompok mempertahankan pendapatnya masing-masing dengan cara yang berbeda-beda, terkadang ada yang merespon dengan cara anarkis (deface, owning dan atau ddos misalnya) atau dengan cara yang lebih elegan dengan mengeluarkan statement balasan yang jauh lebih logis.

Kami tidak mengatakan bahwa cara anarkis itu salah (karena kadang kala kita memang perlu memberi pelajaran dengan alasan tertentu) ataupun cara kedua lebih baik, karena merespon segala sesuatu itu haruslah sesuai dengan kadar dan konteksnya (bukan begitu boy?). Kami disini lebih menitik beratkan bagaimana after affect dari perseteruan tersebut terhadap internet scene yang ada. After affect yang kami maksud disini adalah bagaimana orang lain melihat respon para pelaku perseteruan tersebut dan mempengaruhi pola pikir dan tindakan dari user yang dimaksud, apalagi kemudian kalau para pelaku tersebut adalah para artis (bahasa gaulnya dedengkot) dari kelompok atau komunitas tertentu. Hal tersebut akan berdampak sangat baik atau buruk terhadap user yang dimaksud, dan akan berdampak massive kalau artis-artis tersebut memiliki banyak penggemar/fans. Tentu akan sangat baik dan berguna buat komunitas kalau sang artis memperlihatkan cara mengkritik atau merespon dengan cara yang benar, dan sebaliknya akan menjadi sebuah boomerang ketika para artis tersebut memperlihatkan cara-cara yang kurang tepat dalam mengkritisi atau membalas statement yang ditujukan buat dia.

Ketika memposisikan diri sebagai penonton, ada sesuatu yang bagus untuk diambil ketika Cyberwar tersebut melibatkan beberapa artis dunia underground yang memang memiliki skill yang sangat mumpuni. Tentu anda masih ingat bagaimana beberapa tahun yang lalu perang antara Undergrounders yang melibatkan nama-nama seperti ZFO, h0n0, PHC, el8 dan lainnya yang menyerang para security professional, atau munculnya beberapa troll seperti NetDev yang mengatasnamankan gobless security team dan mempublish beberapa fake advisory. Perangnya memang sangat ‘entertaining’, tapi lebih dari itu apa yang mereka publikasi dalam bentuk ezine, blog page, atau semacamnya membuat kita dapat mempelajari beberapa teknik dan ‘mental’ mereka. Dari publikasi mereka, para user setidaknya ter-hegemoni dan ter-koptasi untuk mempelajari, mencoba dan atau mempraktekan apa yang telah mereka baca. Dan tidak bisa dipungkiri, dari process belajar serta terpengaruhi oleh publikasi tersebut, banyak bermunculan grup atau individu baru yang memiliki style dan spirit yang mirip.

Cerita tentang setiap cyberwar selalu menghasilkab bias yang cukup berpengaruh, anda tentu ingat waktu jaman ketika hampir semua orang sering nongkrong di irc, dan pada saat tersebut ada kejadian cyber war, maka channel irc yang menjadi tempat para pelaku akan ramai dikunjungi oleh user yang ingin tahu maupun belajar (atau nge-flame). Kondisinya tidak jauh berbeda dengan sekarang pada saat para pelakunya selalu memamerkan forum atau blognya, maka traffic ke site tersebut akan tiba-tiba ramai oleh user (atau troll?) kalau ada kejadian menarik (baca, cyberwar). Pada saat tersebut, para pelaku cyberwar secara (tidak) langsung telah memperlihatkan kemampuan dan kepribadian kepada setiap orang, yang secara tidak sadar akan banyak ditiru oleh orang yang kebenaran mengidolai sang pelaku tesebut. Poin utamanya adalah internet scene sedikit banyak dipengaruhi oleh kejadian-kejadian seperti yang disebutkan.

Jadi kalau sampai sekarang anda masih bertanya kenapa scene di tanah air “cuma” begitu-begitu saja? Silhakan dianalisa sendiri berdasarkan kejadian-kejadian yang telah berlalu..

Watch and Learn..

The Lich King

We Are Back baby

Posted: 9th December 2011 by byteSkrew in Kecoak

BytesKrew is Back, Kecoak Elektronik still alive, did you miss us guys? Stay here, watch and learn..

Toket Vol 8: Call For Paper

Posted: 7th July 2011 by byteSkrew in Kecoak

Well (Under)ground, Kami tahu dan sangat memahami bahwa masih banyak para pengguna internet khususnya pemerhati dunia security di indonesia sangat berharap ketika mendatangi website Kecoak akan ada sesuatu yang baru baik itu berupa berita, artikel maupun tulisan dari para staff Kecoak Elektronik, Yeap dude..We knew that.

Seperti biasanya (belakangan ini), kami tidak cukup memiliki banyak waktu untuk terus me-maintain site/blog Kecoak dikarenakan rutinitas yang semakin hari semakin banyak (yeap, damn its fucking true), apalagi secara official salah satu staff kami baru-baru mengundurkan diri dari keaktifannya di Kecoak Elektronik. Secara alamiah setiap kelompok sosial relatif akan mengalami pasang surut dalam aktifitasnya, begitu pula kami sebagai mahluk sosial terkadang mengalami degradasi semangat untuk terus berkontribusi secara nyata untuk dunia kita (Internet Society, -red).

Tapi.. bukan berarti bahwa kami tidak pernah mengupdate blog ini kemudian diasumsikan bahwa Kecoak Elektronik vakum, we are here, we are there, and we are still watching as always. We are never die, because we are Zombie of Internet!

After all, here our CFP for TOKET Volume VIII:

staff@BytesKrew~& head -5 cfp.sh
#
# !/bin/sh
# CALL FOR PAPER - CALL FOR PAPER - CALL FOR PAPER
# Terbitan Online Kecoak Elektronik (TOKET) volume 8
#

staff@BytesKrew~& sh cfp.sh
Dear Hackerz,

Kecoak elektronik sedang menyiapkan terbitnya TOKET volume 8 meng
harapkan partisipasi semua dalam menulis artikel.

Kirimkan artikel anda dengan tema seperti di bawah ini :

1. Sistem Operasi (Windows, UNIX, *NIX)
2. Penyandian (Cryptography)
3. Hacking
4. Phreaking
5. Cracking (Cracking the Operating System)
6. Pemrograman
7. Networking
8. Human Computer Interaction (Interaksi Manusia Komputer)
9. Teknologi Informasi dan Sistem Informasi

TOKET juga menerima artikel berupa underground, hacktivism news,
spirit of hacking, dan government spying. Segera kirimkan artikel
anda ke :

staff@kecoak.org

Deadline pengiriman - 10/11/2011
Rilis TOKET Vol 08 - 11/11/2011

kami tunggu artikel dari anda !!!

Salam hangat dari sarang kecoak.

~eL Byteskrew

staff@BytesKrew~& date
Fri Jul 8 00:39:44 WIT 2011
staff@BytesKrew~& tail -5 cfp.sh
#
# CALL FOR PAPER - CALL FOR PAPER - CALL FOR PAPER
# Terbitan Online Kecoak Elektronik (TOKET) volume 8
# http://www.kecoak.org
# EOF

Hey there, please dont make us lough with your fucking theory or something bullshit. If you are cool enough, you can prove it with your fucking PoC, we challange you now and we are happy to read your articles with great respect!

Cheer,

BytesKrew!

Update:
Karena udah cenderung menyimpang (bahkan udah ada yang rasis), demi kebaikan semua comment yang ada pada postingan ini kami hapus, we are not kaskus anyway. Stay tuned, we 0n th3 stage now ;-)